Tiga Pilar Kampung Tangguh Inisiatif Warga dan Polda Jatim
Admin Humas
Jum'at, 12 Juni 2020 - 17:54 WIB
Tiga Pilar Kampung Tangguh Inisiatif Warga dan Polda Jatim

Presiden Joko Widodo, mengapresiasi tiga pimpinan Kapolda, yakni Kapolda Jawa Tengah, Kapolda Jawa Timur, dan Kapolda Sumatera Selatan dalam perannya menanggulangi Covid-19. Hal inilah yang disampaikan Kepala Negara kepada Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. Pernyataan Presiden agaknya juga merujuk survei lembaga Indikator yang mencatat kepercayaan publik kepada Polri dalam memberikan bantuan kepada masyarakat selama Pandemi. Kapolri sendiri juga menyampaikan apresiasi ini menjadi penyemangat untuk bekerja lebih keras. Apalagi kita menghadapi situasi normal baru. Apa sebenarnya Tiga Pilar Tangguh yang digagas Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran di Jawa Timur itu? Berikut ulasan lengkapnya, bagaimana Polda Jatim  mampu mendorong peningkatan kemampuan masyarakatnya. Kerjasama, saling bantu dan saling bergotong royong menjaga kesehatan diri dan kesehatan masyarakat perlu di masa new  normal. Ketangguhan masyarsakat sangat diperlukan untuk menghadapi situasi itu dengan menggerakan solidaritas ekonomi, sosial dan memperkuat ketahanan kesehatannya. Masyarakat sudah sepatutnya merubah cara hidup baru dengan menata kehidupan yang baru pula. Kini masyarakat diharuskan untuk hidup normal tetapi dengan penerapan disiplin yang tidak boleh kendor terutama dalam menjaga diri agar terbebas dari Covid-19. Pandemi  Covid-19 telah merubah cara hidup yang terkadang abai dengan kesehatan saat ini masyarakat sudah menyadari tentang cuci tangan dengan sabun, kebersihan lingkungan, memperkuat imunitas diri dan keluarga,  menjaga jarak dalam pergaulan sosial. Pandemi Covid-19 juga telah menyadarkan kembali masyarakat Indonesia akan arti penting saling tolong menolong, bergoyong royong, saling bantu,  dan lebih peduli pada orang lain. Itu semua sejatinya merupakan  tradisi budaya Indonesia. Saat ini kearifan lokal dalam interaksi sosial itu menjadi aktual seiring dengan perubahan cara hidup untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, tetapi sebagai manusia kita bersiap untuk beraktivitas kembali seperti biasa. Polda Jatim dan masyarakat di Jawa Timur berikhtiar untuk menghadapi kondisi diatas dengan membangun ketangguhan masyarakat.  Sebab kehidupan mesti kembali bergerak, akan tetapi masyarakat tetap waspada dan hati- hati karena pandemi belum berlalu. Untuk itu Polda Jatim dan jajarannya didukung oleh TNI berinisiatif bersama warga masyarakat membangun Kampung Tangguh Covid-19. Kini masyarakat Jawa Timur menyadari Covid-19 telah nyata menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Kesadarann itu kemudian  membangkitkan rasa saling tolong dan bergotong royong masyarakat bersiap-siap untuk menghadapi ancaman penyebaran Covid-19. Dan ancaman itu mesti dihadapi bersama dengan memperkuat ketangguhan diri dan ketangguhan masyarakat. Awalnya Kampung Tangguh Covid-19 diperkenalkan jajaran Polda dan Gubernur Jawa Timur di Malang. Kemudian program tersebut direspon  oleh masyarakat di kabuptaen/kota se-Jawa Timur.  Madiun, Blitar, Sidoarjo dan daerah lainnya. Bahkan Polri mencanangkan program Kampung Tangguh di Jawa Timur sebagai percontohan bagi kegiatan Polda seluruh Indonesia. Kepolisian dan masyarakat saling bekerjasama dan saling bantu dalam menghadapi dampak sosial ekonomi akibat pandemi. “Masyarakat dan polisi saling bantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Kabid Humas Polda Jatim saat menjelasksn tentang program Kampung Tangguh, Selasa (26/5). Resep Kampung Tangguh itu seperti dijelaskan jajaran Polda Jatim, Kampung Tangguh yaitu satu kawasan tertentu dalam Kelurahan, desa, atau lingkungsn RT/RW yang memiliki tiga pilar ketangguhan. Tiga pilar itu adakah ketangguhan di bidang kesehatan, ketangguhan di bidang sosial termasuk tangguh  di bidang keamanan. Masyarakat di tiap-tiap desa kini sudah mulai  menyulap lingkungan hidup mereka sebagai area untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu wilayah mereka disulap menjadi zona-zona untuk penanggulangan dampak sosial, ekonomi, dan keamanan. Semuanya itu dikerjakan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Tentu saja Kepolisian setempat memberikan arahan-arahan dan bimbingan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kapolda Jawa Timur juga menginstruksikan Polres dan Polsek memberikan support penuh kepada masyatakat dalam menyusun strategi Kampung Tangguh Covid-19. Masyarakat di beberapa wilayah di Jawa Timur menyulap kawasan desa menjadi area untuk pencegahan Covid-19. Terutama di kawasan desa atau kelurahan yang ditetapkan sebagai zona merah. Seperti dua desa di Kecanatan Jombang, yaitu desa Kepatihan dan Desa Sengon. Masyarakat tidak panik dengan situasi ini, dan untuk menghadapi kondisi mereka mendirikan Kampung tangguh Covid-19. Warga dengan sukarela menjadi relawan Para relawan itu kemudian dibekali pengetahuan khusus tentang menghadapi Covid-19 dan cara pencegahannya. Warga yang bersedia menjadi relawan Kampung Tangguh Covid-19 itu mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan, BPBD dan Polres Jombang. Pelatihan ysng diberikan kepada para relawan itu adalah protokol kesehatan termasuk pencegahan Covid-19, protokol keamanan, pendataan, pemulasaraan jenazah. Pelatihan bagi para relawan Kampung Tangguh itu dikoordinir oleh tiga pilar, Kepolisian, TNI dab Kepala desa dan pemerintah Kabupatan. Dengan keberadaan Kampung Tangguh Covid-19 ini masyarakat Jawa Timur secara bergotong royong royong untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Tak hsnya itu saja, masyarakat mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak pandemi, di bidang kehidupan ekonomi, sosial dan keamanan. Untuk itu di setiap Kampung Tangguh disiapkan; posko untuk pusat informasi, sistem pengamanan kampung yang efektif, sarpras penduduk, SDM untuk evakuasi pasien, SDM untuk proses pemulasaran jenazah, tempat pemakaman, dan petugas untuk melayani konseling psikologis. Disamping itu, yang tidak kalah penting di kampung tangguh itu adalah penyiapan lumbung pangan (zaman dahulu lumbung padi). Lumbung pangan ini dipersiapkan untuk menghimpun pangan untuk kebutuhan masyarakat tidak mampu atau terdampak Covid-19. Untuk mengisi lumbung pangan itu diupayakan dihimpun dari bantuan warga setempat secara gotong-royong. Terutama dari warga desa yang dinilai mampu dan punya kelebihan  dari pangan itu dikumpulkan di lumbung pangan. Kondisi di lapangan Program kampung Tangguh itu dijabarkan secara detil oleh setiap Kapolres dan jajarannya.  Kampung Tangguh sebagai ikhtiar sunguh-masyarakat Jawa Timur dibantu oleh jajaran kepolian setempat, TNI, dan pemerintah agar masyarakat nyaman dan merasa aman tinggal di kampung sendiri. Menurut Kapolres Kota Blitar, AKBP Leobard M. Sinambela, strategi pencegahan Covid-19 dengan kampung tangguh, sebagai satu kawasan tertentu dalam kelurahan, desa, maupun lingkungan RT/RW yang memiliki tiga pilar ketangguhan. “Tangguh di bidang kesehatan, tangguh di bidang ekonomi, dan tangguh di bidang sosial keamanan,” katanya. Masyarakat sebagai penggerak Kampung Tangguh itu dibangunkan ketangguhannya untuk menghadapi penyebaran Covid-19 dan dampak sosial  ekonominya. Masyarakat dibangun kesanggupannya untuk menghadapi pandemi. Masyarakat paham dengan penangan dan penceghan penyebaran Covid-19. Masyarakat juga dipersiapkan agara mampu menghimpun kekuatan ekonomi sendiri dengan menyiapkan lumbung pangan agar tangguh secara ekonomi. Sebab dampak pandemi Covid-19 juga mengganggu kehidupan ekonomi masyarakat. Dengan pembuatan lumbung pangan masyarakat diharapkan dapat saling membantu dan bergotong royong dalam memenuhi kebutuhan ekonominya. Lumbung pangan itu untuk menjamin ketersediaan pangan, hingga masyarakat semakin kuat. ( ta/hy/mr)

Bagikan Artikel Ini:

0 KOMENTAR
Silahkan Login untuk memberikan komentar